Sebenarnya ini lebih ke trik ternekat. Kasus yang saya maksud terdapat di volume/jilid 6. Jadi ceritanya berawal ketika Conan dan teman-teman satu tim detektif ciliknya dimintai tolong oleh seorang anak laki-laki satu sekolah mereka untuk mencari kucingnya yang hilang. Ketika mereka mencari di sebuah kompleks perumahan, mereka melihat seekor kucing keluar dari sebuah jendela pada sebuah rumah di kompleks tersebut, yang ternyata adalah kucing yang hilang itu. Namun, kucing itu sudah berlumuran darah.
Conan yang memeriksa si kucing sekilas, menyadari kalau darah itu bukan darah si kucing. Ia pun langsung memeriksa dengan melihat dari balik jendela yang terbuka itu, diikuti oleh kawan-kawannya, dan mereka melihat sebuah mayat di sebuah kamar mandi yang wajahnya tidak terlihat.
Mereka pun langsung menghubungi polisi, dan selang beberapa waktu Inspektur Megure dan timnya datang ke rumah itu.
Dan mereka disambut oleh seorang pria berkumis yang sifatnya kurang ramah yang mengaku tidak melihat mayat di rumahnya. Tidak lama setelah itu, inspektur langsung menerobos ke kamar mandi untuk memeriksanya.
Namun mayatnya sudah tidak ada di kamar mandi, dan kamar mandinya sudah bersih.
Detektif cilik tetap bersikeras bahwa mereka melihat mayat, dan akhirnya si pria berkumis mengizinkan mereka untuk menggeledah rumahnya, dan pria itu bilang ingin naik ke lantai 2 untuk tidur.
Tidak lama kemudian, adik dari pria berkumis pulang dari kantor
Setelah sekian lama menggeledah rumah, satu-satunya tempat yang tersisa untuk mencari mayat tersebut adalah di sebuah kamar di mana si pria berkumis sedang tidur di kursi.
Tapi pada akhirnya mereka tidak menemukan ada mayat. Inspektur kesal karena merasa dipermainkan oleh anak-anak dan bergegas pulang. Namun, karena penasaran, tim detektif cilik masih tinggal di sekitar rumah itu sampai malam untuk memeriksa lebih lanjut.
Mereka mengawasi rumah itu dari atas pohon di halaman rumah dan mendapati bahwa si pria berkumis masih tertidur di kamarnya.
Conan pun kembali masuk secara diam-diam ke rumah itu melalui jendela kamar mandi yang sengaja ia tidak kunci ketika polisi sibuk menggeledah rumah, untuk sekali lagi memeriksa kasus tersebut. Di akhir cerita, Conan ketahuan oleh si adik pria berkumis, namun ia berhasil mengungkap bahwa sebenarnya mayat yang ia lihat sebelumnya tak lain dan tak bukan adalah si pria berkumis itu sendiri, yang diposekan duduk dan seolah-olah tertidur di kursi oleh pembunuhnya, yaitu adiknya sendiri.
Ternyata, setelah si adik membunuh si kakak, ia langsung membersihkan kamar mandi dan membawa jasad kakaknya ke kamar di lantai 2, memakaikan pakaian mandi pada jasadnya, kemudian mendudukkannya di kursi dengan pose tertidur. Ia melakukan semua itu sebelum inspektur tiba di lokasi.
Setelah inspektur dan tim detektif cilik datang untuk mencari mayat, ia pun menyamar sebagai si kakak dan menyambut mereka, kemudian berpura-pura ingin naik ke lantai 2 untuk tidur setelah mengizinkan mereka menggeledah rumahnya.
Kenapa saya bilang nekat? Karena ketika si pembunuh yang menyamar sebagai kakaknya hendak naik ke lantai 2, bisa saja Inspektur Megure atau anak buahnya atau tim detektif cilik langsung ikut naik dan masuk ke kamar tempat mayat itu berada. Jika itu terjadi, maka mereka pasti heran kenapa ada 2 pria berkumis. Jika diperiksa, tamatlah riwayat si pembunuh. Skenario kedua, ketika inspektur, Conan, dan si adik (yang tidak sedang menyamar) berada di kamar tempat kakaknya/mayat berada, bisa saja mayatnya tidak sengaja kesenggol dan jatuh ke lantai, jika itu terjadi, maka akan segera ketahuan dan si pembunuh dalam masalah besar. Sekian pendapat dari saya.

Komentar
Posting Komentar